Sindrom Patau: Penyebab Umum-Cara Mengatasi

Pernahkah anda menjumpai bayi yang lahir dapat selamat dan tumbung hingga dewasa? Atau menjumpai kasus seorang bayi yang terlahir karena faktor genetik tidak treselamatkan? Tentu sangat jarang menjumpai kondisi tersebut. Kondisi tersebut jarang sekali karena merupakan salah satu jenis sindrom langka yaitu sindrom patau. Sindrom tersebut berdampak buruk terhadap kelahiran bayi. Lalu kira-kira apa penyebab umum sindrom patau yang membuat harapan hidup bayi tergolong kecil? 

Sindrom patau tergolong jenis kelainan genetik. Akan tetapi sebagian besar kasus yang terjadi tidak disebabkan oleh genetik yang diturunkan dari kedua orang tua. Terjadinya kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kesalahan pembentukan sel telur atau sperma sehingga mempunyai kromosom ekstra. Terjadinya salinan kromosom ke-13 yang ketiga tersebut dapat diperoleh dari sel telur atau sperma. Terjadinya kondisi tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Simple trisomy 13

Ketika terjadi kondisi ini merupakan akibat yang ditimbulkan oleh kehadiran kromosom ekstra ada pasangan kromosom yang ke -13 terdapat dala seluruh sel. 

  1. Mosaic trisomy 13

Terjadinya kondisi ini merupakan akibat yang ditimbulkan oleh kehadiran kromosom ektra dalam beberapa sel saja.

  1. Patrial trisomy 13

Pada kondisi ini hanya sebagain jumlah kromosom ekstra yang ditemukan pada beberapa sel.

Ketiga jenis tersebut yang kemudian akan menimbulkan dampak melalui munculnya gelaj-gejala. Dari ketiga jenis tersebut, jens simple trisomy 13 memiliki gejala yang paling berat dari dua jenis lain. Jenis tersebut menyebabkan bayi yang baru dilahirkan tidak dapat  bertahan lama. 

Cara mengatasi sindrom patau

Selama ini belum ditemukan adanya obat untuk menyebukan trisomy 13. Pada kondisi yang umum, doketer lebih berfokus pada perawatan gejala yang ditimbulkan melalui upaya terapi ataupun operasi. 

Terjadinya kondisi tersbeut tidak selalu menimbulkan dampak fatal. Akan tetapi, dokter tidak dapay memprediksi kelhiran bayi yang terserang sindrom tersebut dapat bertahap berapa lama. Akan tetapi, bayi yang terlahir dengan kondisi tersebut ada umumnya hany mampu bertahan sampai usia remaja saja. 

Diagnosis sindrom  Patau

Ketika ibu dalam masa kehamilan sebaiknya dilakuakn pemantauan kondisi janin melalui USG secara rutin meskipun hasil yang ditunjukan USG tidak dapat dijamin kebenaranna 100 persen  akurat. Ketidakakurata tersebut dikarenakan tidak semua gejala yang ditimbulkan sindrom tersebut mampu dideteksi oleh ultrasound. Selain melalui cara tersebut, dapat dilakukan deteksi dengan (CVS) amniosentesis chorionic villus sampling sebelum masa kelahiran. Sebelum merencanakan kehamilan, alangkah baiknya jika ibu melakukan tes genetik terlebih dahulu untuk mendeteksi potensi kelainan yang mungkin dapat terjadi.

Pengobatan yang di lakukan di rumah

Jika bayu yang baru dilahirkan terdeteksi sindrom tersebutanda sebagai orang tua harus aktif mecari informasi mengenai kelainan yang terjadi dan melakukan penanganan dengan dokter. Berikut ini cara mengatasi bayi jika mengalami sindrom tersebut:

  1. Berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai dengan kelainan yang terjadi pada bayi, dan menanyakan berbagai cara penanganan dan pengobatan yang dapat meminimalisir kondisi yang buruk pada bayi.
  2. Sebagai orang tua selalu memberikan dukungan terhadap bayi tersebut, mencurahkan perhatian dan kepedulian. Dalam ebberapa kasus yang terjadi, bayi dengan sindrom tersebut masih dapat bertahan hidup. Jangan melewatkan waktu bersama bayi sedetikpun, buatlah waktu-watu yang berharag selama bayi masih hidup.

Nah, itulah penjelasan mengenai penyebab umum dan cara mengatasi sindrom patau. Uuntuk informasi lebih lanjut mengenai sindrom tersebut anda dapat mengaksesnya melalui berbagai situs kesehatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *